Posted on

BAGIAN I

PENDAHULUANN

 

 

1. Judul                                               :   Peninggalan Kerajaan pada Masa Hindu-Budha di Indonesia.

2. Mata Pelajaran                          :   Sejarah

3. Kelas / Semester                       :   VII / 2

4. Waktu                                            :   3  x 45 menit

5. Petunjuk khusus

-          Baca secara cermat sebelum anda mengerjakan tugas

-          Baca literatur lain sesuai materi untuk menambah pemahaman anda.

-          Kerjakan setiap langkah sesuai dengan tugas.

-          Konsultasikan dengan guru jika menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas.

-          Kumpulkan kepada guru sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati sebelumnya.

6. Kompetensi yang ingin di capai   :   Kemampuan memahami peninggalan pada masa Hindu -Budha di Indonesia

7. Indikator

a. Siswa mampu menjelaskan peninggalan-peninggalan yang bercorak Hindu-Budha

b. Siswa mampu mendiskripsikan ciri-ciri peninggalan yang bercorak Hindu-Budha

8. Informasi

Pada masa kerajaan Hindu-Budha di Nusantara, banyak meninggalkan sumber sejarah, baik berupa bangunan kuno (seni bangun), prasasti, hasil kesusastraan. Dari berbagai bentuk peninggalan sejarah itu, dapat dianalisis secara ilmiah untuk mengungkap tahun pembuatannya. Untuk menelitinya ilmu arkeologi akan membantumu dalam menelusuri peninggalan sejarah itu.

URAIAN MATERI

 

URAIAN MATERI

 

 A. SENI BANGUNAN

Candi berasal dari kata candikagrha yang berarti kediaman Candika, sebutan Dewi Durga, sang Dewi Maut. Candi didirikan sebagai pendharmaan sekaligus tempat pemujaan, khususnya para Raja dan golongan terkemuka lainnya.

Bangunan Candi terdiri dari tiga bagian (triloka), yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Pembagian ini seperti ini melambnagkan pembagian dalam alam semesta

  •       Kaki Candi; melambangkan alam bawah (bhurloka), dunia manusia yang masih dikuasai hal-hal duniawi.
  •       Tubuh Candi; melambangkan alam antara (bhuvarloka), dunia manusia yang sudah dimurnikan dan tidak lagi terikat pada hal-hal duniawi.
  •       Atap Candi, melambangkan alam atas (svarloka), dunia para dewa.

Pada tubuh candi terdapat sebuh ruang (bilik) berisi arca perwujudan. Pada dinding bilik luarnya terdapat relung berisi arca. Relung sebelah selatan bertahta arca Argastya, relung utara terdapat arca Durga, dan relung bagian belakang terdapat arca Ganesha.

Bila dilihat berdasarkan susunannya, terdapat tiga corak bangunan candi, yaitu corak Jawa tengah bagian selatan, Jawa tengah bagian utara dan corak Jawa Timur.

  •       Corak di Jawa Tengah bagian selatan

Menggambarkan susunan masyarakat yang feodal, dimana raja sebagai pusat. Corak candi seperti ini tampak dari komplek candi-candi kecil yang memusat pada (mengelilingi) candi utama yang lebih besar.

Contoh : Candi Kalasan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Komplek Candi Lorojonggrang, Komplek Candi Sewu, Komplek Candi Plaosan dan Candi Sukuh.

  •       Corak Candi Jawa Tengah bagian utara

Menggambarkan susunan masyarakat mendekati demokratis. Corak seperti ini tampak dari komplek candi yang sama dengan bangunannya, baik besar maupun model. Tidak ada bangunan candi yang mencolok melebihi bangunan lain.

Contoh : Candi Canggal, Komplek Candi Gedong Songo, Komplek Candi Dieng.

  •       Corak Candi Jawa Timur

Menggambarkan susunan masyarakat yang federal, dimana raja berdiri dibelakang mempersatukan daerah-daerah dalam rangka membentuk kesatuan. Corak seperti ini tampak drai letak bangunan candi utama di latar belakang bangunan candi yang lebih kecil.

Contoh: Candi Badut, Candi Kidal, Candi Jajaghu, Candi Jawi, Candi Singhasari, Candi Sumberawan, Candi Penataran.

  •       Candi di Pulau Sumatra

Kebanyakan candi di Sumatra bercorak Budha. Candi banyak terbuat dari bata merah, sehingga lebih cepat rusak bila dibandingkan candi di Pulau Jawa.

Contoh : Komplek candi muara takus, Kompleks Candi Padang Lawas dan Komplek Candi Muara Jambi.

Gambar Candi Borobudur

STUPA

Di India Kuno, stupa digunakan untuk makan bagi kalangan bangsawan atau tokoh tertentu. Dikalangan Budha, stupa menjadi tempat menyimpankan abu Sang Budha. Tapi dalam perkembangannya stupa menjadi lambang Buddhisme itu sendiri.

Sebagai lambang perjalanan Sang Budha masuk Nirwana, bangunan stupa terdiri atas tiga bagian, yaitu andah, yanthra, dan Cakra.

  •       Andah; melambangkan dunia bawah, tempat manusia yang masih dikuasai hawa nafsu
  •       Yantha; merupakan suatu benda untuk memusatkan pikiran saat bermeditasi. Untuk memusatkan pikiran anda Candi Mendut terdapat patung rusa (lambang peristiwa kotbah pertama Sang Budha).
  •       Cakra; melambangkan nirwana, tempat para dewa.

Bangunan stupa di Indonesia memiliki keistimewaan bila dibandingkan dengan wilayah India ataupaun Asia Timur, karena biasanya stupa ditemukan dalam keadaan berdiri sendiri. Tapi di Indonesia banyak ditemukan bangunan stupa yang berfungsi sebai bagian dari candi tertentu.

 B. SENI RUPA

RELIEF

Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Berikut ini adalah relief pada Candi Borobudur

  •       Karmawibbhangga, dipahat pada kaki candi yang ditimbun : menceritakan sebab akibat perbuatan baik buruk manusia
  •       Lalitavitara, dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama: menceritakan riwayat sang Budha Gautama sejka lahir sampai amanat pertama di Taman Rusa.
  •       Jatakamala-Awadana, dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama dan kedua: berupa kumpulan sajak yang menceritakan perbuatan Sang Budha Guatama dan para Boddhisattva semasa hidupnya.
  •       Gandawyuha-Bhadracari, dipahatkan pada dinding lorong kedua sampai keempat: menceritakan usaha Sudhana mencari ilmu yang tinggi sampai ia bersumpah mengikuti Boddhisattva Samanthabhadra.

Relief candi Lorojonggrang

  •       Cerita Ramayana, dipahatkan pada pagar langkan (dinding serambi atas) candi Siwa dan diteruskan pada pagar langkan Candi Brahma.
  •       Cerita Kresnaya, dipahatkan pada pagar langkan Candi Wisnu.

Gambar. Relief pada Candi Borobudur

 

PATUNG

Patung atau arca merupakan patung yang dipahat sedemikian rupa sehingga membentuk makhluk tertentu, biasanya manusia atau binatang. Khusus patung manusia, tujuan pembuatannya adalah mengabadikan tokoh tertentu.

  •       Peninggalan Patung bercorak Hindu

Patung peninggalan Hindu dapat dibedakan menjadi patung dewa-dewi, tokoh dan makhluk mistis. Khusus tokoh, mereka tidak ditampilkan sebagaimana adanya tapi lebih menyerupai dewa dewi tertentu.

-          Patung dewa dewi,  patung trimurti dan patung durga

-          Patung Airlangga, wujud dewa Wisnu sedang menunggang Kuda

-          Patung Ken dedes, dalam wujud Dewi Prajnaparamita

  •       Peninggalan Patung bercorak Budha

Patung bercorak Budha mewujudkan Sang Buddha Gautama sendiri, meskipun ada juga sejumlah patung Boddhisattwa. Patung Sang Budha tampil dalam berbagai posisi, dengan sikap tangan dan menghadap ke arah mata nagin tertentu. Tiap posisi mudra (sikap tangan), mengandung makna tersendiri.

-          Arca Aksobhya, dengan sikap tangan bumiparcamudra, yaitu sikap tangan menyentuh bumi sebagi saksi. Arca menghadap ke timur.

-          Arca ratnasambhawa, dengan sikap waramudra, yaitu sikap tangan sedang memberi anugrah. Arca menghadap selatan

-          Arca amithaba, dengan sikap dhyna-mudra, yaitu sikap tangan sedang bersemadi. Arca menghadap ke Barat.

-          Arca Amogasidhi, dengan sikap abhaya-mudra, yaitu sikap tangan menentramkan. Arca menghadap ke utara.

-          Arca wairicana, dengan sikap dharmacakaramudra, yaitu sikap tangan memutar bola dharmacarakamudra, yiatu sikap tangan memutar roda dharma. Arca tersembunyi dalam stupa.

-

 

 C. SENI SASTRA

PRASASTI

Prasasti merupakan tulisan yang memuta informasi tentang sejarah, peringatan atua catatan suatu peristiwa. Prasasti biasanya ditulis pada tugu baru tersendiri, atau ditatah pada bagian tertentu candi.

KITAB

    Kitab merupakan karangan berupa kisah, catatan atau laporan tentang suatu peristiwa, bisa mitologi atau sejarah. Pada masa Hindu-Budha, kitab biasa ditulis pada lembaran lontar (rontal) yang dikaitkan dengan semacam tali.

Isi kitab tidak berupa kalimat langusng, melainkan rangkaian pusisi indah dalam sejumlah bait (pupuh). Ungkapan dalam bentuk puisi yang biasa disebut kakawin. Sedangkan tema kitab dapat berupa penulisan kembali (penggubahan) mitologi yang berasal dari India, atau tema yang baru. Pembuatan kitab dirintis sejak masa Dinasti Isana.

Contoh kitab :

Kitab Kakawin Bhratayuda

Kitab Kakawin Hariwangsa

Kitab Negarakrtagama

Kitab Paparaton

 

RANGKUMAN

Peninggalan Kerajaan pada Masa Hindu-Budha di Indonesia. Berupa Seni bangunan, Seni Rupa dan Seni Sastra. Masing-masing peninggalan memeliki ciri khas tersendiri yang membuatnya tampak berbeda. Seni banguan terdiri dari Candi dan Stupa. Sedangkan Seni Rupa terdiri  Patung dan juga relief. Dan seni sastra terdiri prasasti dan kitab.

TUGAS INDIVIDU

 

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

1. Salah satu bentuk bangunan peninggalan budaya Hindu-Budha adalah …

a. Candi

b. Kubah

c. Menara

d. Kitab

 

2. Salah satu alasan didirikan sebuah candi ialah …

a. Menunjukan kekayaan suatu wilayah

b. Wujud penghormatan seornag raja kepada rakyatnya

c. Tempat pendharmaan raja yang meninggal

d. Mengingat jasa tokoh-tokoh penting

 

3. Berikut ini adalah perbedaan candi yang ada di Sumatra …

a. Bentuk relief yang lebih rumit

b. Dibuat dengan batu bata merah

c. Bentuk banguanan yang relatif sama antara satu dengan lainnya

d. Dapat bertahan lama

 

4. Keistimewaan stupa yang ditemukan di Indonesia bila dibandingkan dengan yang ada di luar negeri …

a. Kebanyakan stupa di Indonesia terbuat dari batu yang kuat

b. Stupa di Indonesia dijadikan tempat wisata

c. Stupa di Indonesia jenisnya lebih beragam

d. Stupa di Indonesia merupakan bagian dari komplek candi

 

5.  Faktor yang menyebabkan sebagian besar karya sastra ditulis oleh kaum brahmana ialah …

a. Hanya kaum Brahmana yang mempunyai kemampuan tulis menulis

b. Kaum Brahmana mempunyai kekuasan yang lebih besar

c. Kaum Brahmana memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan lainnya

d. Kaum Brahmana hanya menguasai ilmu agama

 

6. Berikut ini adalah bagian yang terdapat dalam candi, kecuali …

a. peripih

b. bhurloka

c. swarnaloka

d. lingga

 

7. Candi Prambanan merupakan peninggalan kerajaan dari dinasti

Sanjaya. Bangunan suci ini didirikan pada msa pemerintahan …

a. Sanjaya

b. Panankaran

c. Pikatan

d. Balaputradewa

 

8. Perbedaan corak patung atau arca Hindu dan Budha terletak pada …

a. objek patung yang dipahat

b. jenis batu yang digunakan

c. ukuran arca atau patung

d. teknik pembuatan

9. Relief Karmawibbhangga yang terdapat pada Candi Borobudur menggambarkan …

a. Sudhana yang mencari ilmu

b. Perbuatan Sang Buddha semasa hidupnya

c. Cerita Ramayana dan Kresnayana

d. Sebab akibat perbuatan baik dan buruk manusia

 

10. Karya termashur Mpu Tantular yang terdapat semboyan Bhineka Tunggal Ika adalah kitab …

a. Negarakrtagama

b. Pararaton

c. Sutasoma

d. Smaradhana

 

II. Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan 3 bagian candi, dan jelaskan maksud dari bagian-bagian tersebut@

2. Apakah perbedaan antara candi corak Jawa Tengah bagian utara, Jawa Tengah bagian seltan dan Jawa timur ?

3. Sebutkan pengertian stupa besetta bagian-bagiannya?

4. Apa yang dimaksud dengam relief candi? Sebutkan slaah satu contoh!

5. Jelaskan peran 3 dinasti dalam seni sastra bercorak Hindu-Budha!

 

TUGAS KELOMPOK

 

 

TUGAS & LANGKAH KERJA

1. Tugas                                         

Mengamati dan membuat laporan tentang situs sejarah yang ada di situs sejarah di daerahnya

2. Langkah kerja

a. Menggali informasi melalui studi pustaka

b. Membagi siswa dalam menjadi 4 kelompok

-    Materi mengenai Candi Singosari dan Candi Badut. Penentuan materi dilakukan dengan undian yang dibantu oleh guru.

-    Setiap kelompok melakukan pengamatan terhadap peninggalan-peninggalan bangunan yang bercorak Hindu-Budha yang telah ditentutan.

-    Setiap kelompok melakukan pencarian informasi baik melalui studi pustaka maupun internet.

-     Mengumpulkan hasil pencarian informasi dari berbagai sumber

3. Hasil kerja                                

a. Laporan tentang Candi Singosari maupun Candi Badut

b. Mempresentasikan laporan nnasing-masing kelompok .

Pedoman Pengamatan

-          Lokasi didirikannya candi tersebut

-          Latar belakang sejarah dibangunnya candi tersebut

-          Mendiskripsikan kerajaan Hindu-Budha yang mendirikan candi tersebut

-          Ciri-ciri dari candi tersebut

-          Keistimewaan candi tersebut dibandingkan candi lainnya

 

BAGIAN III

PENILAIAN

TUGAS INDIVIDU

Aspek yang dinilai                              Skor                             Skor Masksimum

I. Jumlah jawaban benar                     x 1                                           10

II. Jumlah jawaban benar                    x5                                            25

Jumlah skor Masksimum                                                                     35  

Nilai    = Skor : 3.5

TUGAS KELOMPOK

NO

NAMA SISWA

SCOR

1

2

3

dsbg

Keterangan aspek yang dinilai                                                                      Skor                            maksimum

1.      Prosedur dan data observasi lengkap.                                                           30

2.      Penulisan laporan ditulis/diketik rapih.                                                       20

3.      Sistematika laporan benar.                                                                               10

4.      Kebenaran materi bisa dipertanggungjawabkan.                                        30

5.      Melampiran kelengkapan laporan berupa foto/gambar dan denah        10

         Jumlah skor maksimum                                                                               100

         Nilai = Skor : 10

Penilaian Psikomotor

No.

Nama Siswa

ASPEK YANG DINILAI

SKOR

KTR

Identifikasi

Merekrontruksi

Memproduksi

1.

2.

3.

dsbg

Keterangan

NO

ASPEK YANG DINILAI

SCOR

1.

Kesiapan perangkat observasi

2.

Keaktifan kegiatan observasi

3.

Keaktifan pembuatan denah

 

Penilaian Afektif

No

ASPEK YANG DINILAI

5

4

3

2

1

SKOR

1.

Kehadiran

2.

Bertanya

3.

Ketepatan waktu mengumpulkan tugas

4.

Membaca buku refrensi

5.

Kerjasama dalam kelompok

J U M L A H

Keterangan:

5    Sangat baik                                                     2     Kurang

4    Baik                                                                 1     Sangat Kurang

3    Cukup

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s